Pendidikan Keperawatan – Keterampilan Penilaian Pasien

Perawat dilatih untuk belajar dan menerapkan keterampilan penilaian pasien. Keterampilan ini adalah landasan menjadi perawat yang mahir. Pengetahuan dan prosedur untuk mengembangkan keterampilan ini dipelajari dalam dua tahun pertama sekolah keperawatan dan diasah secara klinis sebagai perawat siswa mengambil beban pasien yang lebih besar. "Standar Perawatan" yang merupakan dasar keperawatan mencakup hal-hal berikut:

Standar 1. Penilaian

Dalam penilaian, perawat harus menggunakan semua indranya. Ini termasuk mendengar, menyentuh, visual, dan komunikasi terapeutik. Pendekatan cephalocaudal paling sering digunakan. Dengan kata lain, menilai pasien dari kepala hingga ujung kaki. Perawat harus sadar diri untuk dapat melakukan penilaian menyeluruh. Pengumpulan data membentuk dasar untuk langkah berikutnya dalam standar perawatan yang merupakan diagnosis. Seorang perawat harus memiliki semua peralatan yang diperlukan, seperti skala, meteran, termometer, sphygmomanometer, stetoskop dan cahaya pena. Pengaturan ini juga sangat penting dalam melakukan penilaian. Jika seorang klien gugup atau gelisah, mereka mungkin tidak akan bersedia menjawab pertanyaan yang diminta atau diperiksa oleh perawat. Mendapatkan lingkungan yang tenang tidak selalu memungkinkan, terutama dalam situasi darurat. Oleh karena itu, perawat harus sangat jeli, dan mencoba untuk mendapatkan sebanyak mungkin data yang relevan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. Misalnya, ketika melakukan penilaian pada klien yang mengeluh sakit perut yang parah, menanyakan mereka makanan apa yang mereka makan terakhir akan memberi perawat informasi yang lebih relevan daripada menanyakan berapa banyak saudara yang mereka miliki.

Standar II. Diagnosa

Diagnosis keperawatan bukanlah diagnosis medis. Diagnosis medis adalah kondisi medis "Diabetes". Sedangkan, diagnosis keperawatan akan, "Perubahan Perfusi Jaringan", terkait dengan penurunan oksigenasi jaringan sebagaimana dibuktikan oleh oksimeter denyut 92%, sekunder dengan kondisi medis "Emphysema". Diagnosis keperawatan adalah pernyataan formal yang berhubungan dengan bagaimana klien bereaksi terhadap penyakit yang nyata atau dirasakan. Dalam membuat diagnosis, perawat mencoba untuk merumuskan langkah-langkah untuk membantu klien dalam mengurangi dan atau memediasi bagaimana mereka menanggapi penyakit yang nyata atau yang dirasakan.

Standar III. Identifikasi Hasil

Dalam proses ini perawat menggunakan penilaian dan diagnosis untuk menetapkan tujuan bagi pasien untuk mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik. Sasaran semacam itu mungkin saja bahwa pasien sekarang memahami rezim pengujian gula darah mereka, atau mungkin seorang ibu baru merasa aman sekarang karena ia telah diinstruksikan dalam metode menyusui yang benar. Perawat harus merencanakan tujuan yang ingin dicapai klien di sekitar kemampuan klien. Misalnya, tujuan bahwa klien akan berjalan normal setelah dua hari menjalani operasi lutut tidak realistis, dalam arti bahwa lutut klien tidak akan sepenuhnya sembuh. Namun, tujuan bahwa klien akan dapat menunjukkan penggunaan kruk yang benar, akan lebih realistis. Tujuan ini juga dapat diukur, karena pasien akan berada di rumah sakit dan perawat dapat mengajar dan mengamati demonstrasi kembali. Oleh karena itu, tujuan atau hasil untuk klien juga harus dapat diukur.

Standar IV. Perencanaan

Standar perencanaan dirancang di sekitar kegiatan klien saat berada di lingkungan rumah sakit. Oleh karena itu perawat harus merencanakan untuk mengajar dan menunjukkan tugas ketika pasien bebas untuk belajar. Ini akan melibatkan pemberian obat nyeri sebelum belajar berjalan dengan kruk atau menunggu sampai setelah seorang pasien selesai makan sebelum mengajar tentang cara menggunakan jarum suntik. Atmosfer harus kondusif bagi klien untuk belajar.

Implementasi V. Standar

Standar ini mengharuskan perawat menguji metode dan langkah yang dirancang untuk membantu klien mencapai tujuan mereka. Dalam implementasinya, perawat melakukan tindakan yang diperlukan untuk rencana klien. Jika mengajar adalah salah satu tujuan maka perawat akan mendokumentasikan waktu, tempat, metode dan informasi yang diajarkan.

Standar VI. Evaluasi

Evaluasi adalah standar akhir. Dalam langkah ini perawat menentukan apakah tujuan yang ditetapkan untuk klien telah dipenuhi atau tidak. Jika perawat menyimpulkan bahwa tujuan atau tujuan belum dipenuhi, maka rencana harus direvisi dan didokumentasikan seperti itu. Oleh karena itu, tujuan harus tepat waktu dan dapat diukur. Jika tujuan klien adalah menggunakan kruk dengan sukses, dan klien dapat melakukan demonstrasi ulang untuk perawat, maka tujuan itu terpenuhi.

Standar di atas adalah landasan profesi keperawatan. Standar-standar ini membutuhkan waktu dan pengalaman untuk belajar dan menerapkan. Pengalaman adalah guru terbaik, dan perawat harus terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam perawatan pasien, dan mengenali cara membantu pasien mencapai tingkat kesehatan fisik dan emosional yang lebih tinggi.

Pelajari lebih lanjut tentang pendidikan keperawatan di The NET Study Guide.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *